Kesejahteraan Rakyat, Antara Cita dan Realitas

Monday, September 3, 2012

Polemik Menjelang Pemilukada Sulsel 2013


Dalam waktu dekat ini tepatnya Januari 2013 akan berlangsung  Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan,  dimana momen Pilgub ini nampaknya juga diwarnai dengan hal-hal yang berekses negative terhadap kondusifitas kehidupan bermasyarakat, keinginan untuk menarik simpati dari konstituen kadang demikian besarnya sehingga dilakukan tidak saja dengan cara cara simpatik namun banyak juga yang dilakukan dengan cara yang berlebihan seperti money politics, pembunuhan karakter, fitnah dan penghujatan serta kadang disertai dengan tindak kekerasan berupa pengrusakan terhadap simbol-simbol dan atribut kampanye dari pesaing maupun juga dalam bentuk saling hujat - menghujat antar pendukung calon.

Mungkinkah ini semua adalah salah satu konsekwensi dari sistem demokrasi yang kita anut ?, atau bahkan ini adalah satu satunya konsekwensi sistem demokrasi. Di Indonesia, proses Demokrasi yang terjadi sudah melewati batas yang wajar, mulai dari tingkat elit maupun tingkat menengah, banyak hal yang dilakukan untuk memanipulasi kepentingan yang mengatas namakan rakyat, begitu banyak janji janji manis dan mempesona akan tetapi ketika saatnya memimpin dan rakyatpun menagih janji yang pernah mereka janjikan kepada rakyat akan berbalik 180 derajat menjadi kepentingan pribadi dan golongan.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah mengapa hal ini bisa terjadi? satu pertanyaan yang sangat mendasar, namun tak dapat kita pungkiri bahwa dalam proses pemilu kada saat ini masih cenderung dimaknai sebagai pemilu kada biaya tinggi. Memang kita sadari bahwa dalam proses pemilu kada itu membutuhkan dana yang cukup besar, mencari konstituen bukan hanya dengan memakai pendekatan program namun lebih banyak dengan politik transaksional. Tanpa adanya regulasi dan pengawasan yang ketat soal dana kampanye, maka tidak dapat dipungkiri jika pemilihan umum berpotensi menjadi pintu masuk relasi koruptif yang melibatkan pejabat  terpilih. Aliran dana politik yang digunakan dalam pemilihan Umum pada akhirnya memungkinkan adanya sekelompok pemodal menjadi penentu proses pengambilan kebijakan publik.

            Kita semua berharap, Semoga saja pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang akan berlangsung Awal 2013 nanti dapat berjalan damai dan aman serta bermartabat karena dengan itu semua akan menjadi pintu menuju kesejahteraan masyarakat Sulawesi selatan yang lebih baik, marilah kita masyarakat dan juga partai politik pendukung calon untuk menegakkan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Selatan sesuai dengan harapan rakyat dengan menghindari money politics, kekerasan dan saling fitnah antar calon.


Polemik Menjelang Pemilukada Sulsel 2013 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Realitas Sosial

0 komentar:

Post a Comment