Kesejahteraan Rakyat, Antara Cita dan Realitas

Monday, March 19, 2012

SUBSTANSI TELAAH FILSAFAT ILMU

Setidaknya ada empat telaah substantif filsafat ilmu. Pertma, tentang kenyataan; kedua, tentang kebenaran; ketiga, tentang tingkat kepastian atau konfirmasi eksplanasi atau prediksi serta interpretasi kebenaran; dan keempat, tentang logika inferensi.
Kenyataan. Sejauh mana kenyataan hendak digarap dalam filsafat ilmu. Kenyataan alam dan manusia ataukah juga kenyataan Tuhan ? Meta-
science, meta-ideologi, dan metaphisik bagi aliran yang satu menjangkau the theory of theory; sedangkan aliran lain mungkin menjangkau ke kebenaran wahyu. Paradigma kenyataan : tunggal, atau plural ?
Kebenaran. Benar mana yang hendak dijangkau oleh filsafat ilmu
benar epistemologik, ontologik, atau benar aksiologik ? Berbagai meta
di atas akan beda telaahnya.
Konfirmasi. Sejauh mana eksplanasi atau prediksi dan interpretasi
memberi kepastian kepada kita tentang sesuatu yang benar. Di sini akan
ditelaah tentang kebenaran kategorik, kebenaran probabilistik, kebenaran yang diperoleh secara induktif, deduktif, dan reflektif. Jika menjangkau dataran moral dan transenden, bagaimana duduknya moral baik-buruk dan duduknya wahyu Allah. Di sini berperan pemikiran determinisme dan indeterminisme.
Logika inferensi. Inferensi dapat diterjemahkan dengan kata ramalan atau prediksi Agar baku dan tidak menimbulkan salah persepsi dan dari komposisi phrasenya enak, maka penulis memilih menggunakan phrase logika inferensi, tidak lainnya.
Logika inferensi lain adalah logika sintaksis, dan logika semantik Ini dapat menjadi alternatif dalam membuat inferensi mencari kebenaran Logika phenomenologi-hermeneutik akan manipu menjangkau meta science, meta-ideology dan metaphisik Inferensi dalam logika ini adalah  mencari makna, mulai dan mencari makna dan cumber tunggal yang diakui sebagai standar, sampai mencari makna dekonstruksi, yaitu  mencari makna dengan sikap dasar: tidak mau percaya pada satu sumber pemaknaan. Mengapa tidak mau percaya? Karena perubahan sosial berkembang terus, sehingga idee dan maknanya pun akan berkembang terus. Bukan hendak anarkhi, melainkan perlu sikap inventif, sikap inovatif dan sikap kreatif yang dilandasi dengan fikir cerdas reflektif (untuk kawasan rasional), perlu fikir cerdas ar if (untuk kawasan etik), dan perlu fikir cerdas tawajuh (untuk kawasan transenden).

SUBSTANSI TELAAH FILSAFAT ILMU Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Imam Mukti

0 komentar:

Post a Comment