Kesejahteraan Rakyat, Antara Cita dan Realitas

Monday, March 19, 2012

MENGEMBANGKAN TEORI RASIONALITAS POSITIVISTIK

1.   Menemukan Variabel Konstan Empirik Rasional

Durkheim mengetengahkan perubahail evolusioner dari mekhanik menjadi organik. pembagian kerja yang sernula kaku merinci menjadi lebih luwes Tata sosial yang semula kaku menjadi luwes. Lebih lanjut Homans mengetengahkan teori tukar-menukar (exchange theory). Power untuk memerintah dimiliki oleh orang yang mampu memberi hadiah iebih besar dan hersedia menerima imbalan yang Iebih kecil. Peter Blau (1964) mengembangkan lebih lanjut teori Homans. Power yang dilegitimasikan lewat undanp-undan2 atau lewat standar lain yang disepakati akan menjadi otoritas untuk mengatur Clan mernerintah. Dalam perkembangan selanjutnya, di masyaiakat ada kekuatan yang berupaya menjaga Keseimbangan struktur sosial, di lain fihak ada yang berupaya menggoyahkan.
Pengalaman Saidun Fiddarcini mengajar Bahasa Arab, menemukan variabel empirik konstan, yaitu masalah peran syakal atau tanda baca. Pada umumnya orang membaca dahulu, barulah berupaya memahami isinya. Urutan membaca dahulu baru mengerti isinya dalam disertasi Saidun Fiddaroini menjadi variabel konstan empirik konstan, dan sekaligus rasional.
2.      Berangkat dari Asusmsi
Penulis dalam buku Kapita Selekta Penehtian (1981) mengutip basil penelitian Medley (1979) yang melacak sejarah penelitian ter,tang efektivitas guru. Tanpa memahami core konstan pada setiap kurun waktu, Medley tidak akan dapat menampilkan hasil pelacakan antarwaktu. Pada tahun 1930-an penelitian para ahli tentang guru yang efektif berada pada core konstan: sifat kepribadian seperti sifat kooperatif, daya tank pribadi, kepemimpinan, dan sejenisnya. Pada kurun waktu lain penelitian para ahli terpusat pada metoda mengajar. Pada kurun waktu lain terpusat pada penguasaan materi yang diajarkan. Apa telaah Medley? Upaya penelitian dan penyusunan kurikulum pendidikan guru ternyata dipengan.ihi oleh asumsi dasarnya. Pada tahun 1930an, orang berasumsi bahwa keberhasilan guru mendidik tergantung pada kepribadiannya. Pada kurun lain para All berasumsi bahwa persiapan pendidikan guru hendaknya mengutamakan penguasaan metoda mengajar. Pada kurun waktu lain para ahli berasumsi bahwa penguasaan materi ajar menentukan kesuksesan mendidik anak. Perkembangan micro teaching diberangkatkan dari asumsi bahwa interaksi guru-siswa dan interaksi siswa-siswa menjadi faktor dominan kesuksesan
3.      Mengkonsumsi Skema Rasional
Ada dua teori perubahan sosial, yaitu teen perkembangan sirkuler yang tradisional, yang juga dianut oleh Pareto, dan teori perkembangan progresif dari Max Weber. Hasil observasi di masyarakat tentang perubahan sosial, diinterpretasikan berbeda antara kedua teori tersebut. Pada teori sirkuler bukannya mengartikan bahwa perubahan itu berputar bak roda pedati, melainkan berubah dengan kualitas yang mungkin lebih tinggi; jadi bukan sirkuler murni, melainkan spiral. Sedang pada teori progresif, masyarakat itu maju terus dalam pola dialektik. Penulis dalam buku Teori Perubahan Sosial (1982)menampilkan sintesis antara keduanya dengan variabel konstannya: kualitas inovasinya.
Core korstan penelitian disertasi penulis adalah: karakteristik opinion leader. Dan core tersebut penulis mengkonstruk skema rasional penulis bahwa: opinion leader itu ada pada jenjang manapun, pada lapisan sosial paling bawwh sampai jenjang paling atas.
4.      Meta Analisis
Mengkonstruk ;kema rasional secara teknis prosedural dapat ditemui modelnya  pada prosedur  kerja meta-analisis, yaitu waktu mengkombinasikan dan lebih-lebih pada waktu mengkonstruk hubungan komplementatifantarberbagai hasil penelitian.
Meta-analisis sebagai prosedur kerja menyatukan berbagai hasil menjadi satu analisis baru, mulai d[kenal pada tahun 1976 dengan publikaci Lamb dan kVhitla yang mengadakan meta-analisis clan 6 hasil penelitian, yang pada tahun 1982 dibuat meta-analisis dari 120 hasil penelitian.
a.       Rintisan Meta Analisis
b.      Sistematisasi
c.       Rintisan prosedur meta analisis
d.      Perekaman hasil-hasil penelitian
e.       Menguji hasil penelitian
f.       Heterogenitas

5.      Dari Modern ke Post Modern
Berfikir modem adalah berfikir iasional Secara konvensional "rasional" adalah Tinier, hirarkhik, konvergen, berdasar otoritas sentral, da: legal Atas pemikiran seperti itu maka teori-teori          yang berkembang berupaya membuat interpretasi tentang yang diobservasi dalam model berfikir seperti itu. Teori yang ditampilkan oleh para futurolog terrnasuk menar ik, seperti culture shock dari Toiler, The Third Wave dari Toffler pula, tentang Post-Industrial Society dart Daniel Bell, tentang masyarakat post-kapitalis dari Peter Drucker, tentang Culture Shift dari Inglehart, dan juga Global Paradoks dart John Naisbitt. Kesemuanya itu secara substantif telah menampilkar_ pemikiran postmodern, tetap1 metodologi berfikirnyamasih beragam, sebagian masih linier, legal, dan sebagian memang sudah divergen dan dekonstruk.

MENGEMBANGKAN TEORI RASIONALITAS POSITIVISTIK Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Realitas Sosial

0 komentar:

Post a Comment