Kesejahteraan Rakyat, Antara Cita dan Realitas

Friday, January 20, 2012

MEMAHAMI BENTUK MASALAH (Maintenance Problem)


Masalah yang berkaitan dengan pengolahan kegiatan sehari-hari, berulang-ulang, dan menjadi kebiasaan. Datang tidak tepat waktu. Rapat yang molor. Janji yang tak ditepati. Kegiatan yang tidak terkontrol. Perkataan yang tidak terkendali. Pekerjaan yang tak beraturan. Kehilangan kunci motor, mobil, dan kehilangan waktu karena meletakkan sembarangan. Gali lubang tutup lubang dalam berutang. Menunda hak-hak orang lain. Menunda membayar utang, dan masih banyak deretan masalah bila hendak digali terus-menerus.
Maintenance problem ini berkenaan dengan pola yang dibangun dan dibiasakan. Pola pikir, pola makan, pola hidup, pola kerja, pola tidur, pola belajar, maupun pola gaul. Jika seseorang tidak menata ulang pola hidupnya, tidak menetapi, tidak menepatinya, dan akan terus hidup dalam belenggu masalah. Sebagian orang justru menikmati ketelanjuran, nyaman ddalam keburukan.
Untuk menjadi baik, orang-orang beriman bisa menerima kebaikan tanpa ada penolakan sama sekali. Sebab, kebaikan itu sesuai dengan fitrah dan nuraninya. Makanan bagi ruhani. Ia merindukan kebaikan untuk memenuhi tuntutan ruhani, nurani dan fitrahnya. Ini menunjukkan bahwa  seorang mukmin bisa menerima kebaikan tanpa ada penolakan sama sekali. Untuk menanamkan dan menumbuhkembangkan kebaikan dibutuhkan pembiasaan. Ini karena kuatnya pengaruh syahwat untuk melakukan penolakan.
Karena itulah dibutuhkan komitmen tarbiyah untuk berubah dan menjaga perubahan, memandu keberlangsungan kebaikan, seperti Nabi yang mengontrol para Sahabat dengan pertanyaan inspiratif, “Siapakah yang pagi ini sudah menyantuni anak yatim…?”.

MEMAHAMI BENTUK MASALAH (Maintenance Problem) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Realitas Sosial

0 komentar:

Post a Comment