Kesejahteraan Rakyat, Antara Cita dan Realitas

loading...

Thursday, July 19, 2012

PARTAI POLITIK ORANG MISKIN

BANYAK partai politik di Indonesia menganggap dirinya sebagai partai yang peduli akan orang-orang miskin. Dengan jargon-jargon yang bernada peduli terhadap orang miskin, partai-partai politik menampilkan kesan bahwa mereka adalah partai “milik” orang miskin dan siap berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Namun slogan “berjuang bersama rakyat miskin” kerap hanya dijadikan pemanis saat kampanye partai politik. Dengan mengatasnamakan rakyat atau orang miskin, partai-partai politik berusaha meraih simpati masyarakat untuk meraup dukungan. Padahal setelah menang Pemilu, banyak partai politik yang tidak berkomitmen lagi seperti yang mereka gembar-gemborkan saat kampanye. Orang miskin hanya dijadikan alat atau objek eksploitasi partai-partai politik.

Ketika kepercayaan masyarakat terhadap partai politik mulai memudar, kepada siapa orang-orang miskin harus percaya untuk mewakili mereka menyampaikan aspirasi pada pemerintah? Jawabannya: Pada diri mereka sendiri. Untuk itu, wacana untuk mendirikan partai politik yang berbasis dan dikelola orang-orang miskin perlu dihembuskan di tengah kegusaran dan ketipercayaan yang semakin meluas dari masyarakat kepada partai-partai besar yang hanya menjadikan mereka sebagai sapi perahan menjelang berlangsungnya pesta demokrasi.

Masalah yang paling mendasar adalah orang-orang miskin tentu mengalami ketiadaan pengetahuan yang memadai tentang politik, apalagi seluk-beluk tata negara. Sebenarnya mereka bisa mendapatkan pengetahuan seperti itu dari pendidikan politik yang diperoleh dari berbagai forum pembelajaran. Partai politik memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, namun dewasa ini fungsi tersebut sudah mulai ditinggalkan karena partai-partai politik lebih sibuk mengurusi kepentingan internal ketimbang rakyat yang telah mendukung mereka saat kampanye.

Pembekalan akan pengetahuan terhadap perpolitikan yang cakupannya sangat luas harus dimiliki masyarakat menengah ke bawah, khususnya orang-orang miskin, jika hendak membangun sebuah partai politik yang kuat sebagai saluran penyampaian aspirasi dan tuntutan mereka. Orang-orang miskin perlu ditempa dan dididik untuk paham dan cerdas politik.

Aksi demonstrasi untuk menyuarakan tuntutan di jalan kerap dihiraukan oleh para elite-elite politik, maka dari itu orang-orang miskin perlu kiranya untuk masuk dan memengaruhi sistem. Demonstrasi mungkin hanya berpeluang untuk memengaruhi sistem, tapi tidak mampu mengubah sistem. Jika memang sistem yang berjalan selama ini salah, maka harus diperbaiki. Masalahnya para elite-elite politik masih enggan untuk menunjukkan political will-nya untuk memperbaiki sistem yang bobrok, sebuah sistem pemerintahan yang katanya demokratis tapi kerap mengabaikan suara rakyat.

Kendala serius lainnya adalah persoalan pendanaan untuk memenuhi logistik partai. Namun ini bisa teratasi apabila terdapat komitmen untuk saling gotong-royong dalam memenuhi persoalan anggaran partai. Tetapi yang lebih memudahkan apabila partai yang dikelola oleh orang-orang miskin ini juga merangkul masyarakat menengah ke bawah. Jika untuk cari makan saja susah, tentu untuk memberi sumbangan pada partai sangatlah berat bagi orang-orang miskin.

Di sini peran masyarakat menengah ke bawah yang memiliki kemampuan untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik partai akan meringankan beban orang-orang miskin dalam membangun saluran politiknya yang kuat. Namun bukan maksud untuk menjadikan kelas menengah ke bawah sebagai “pelengkap” atau donatur dana semata, akan tetapi berdasarkan permasalahan dan kondisi antara orang miskin dan kelas menengah ke bawah cenderung sama. Membangun konsolidasi dan bersinergi akan membuat kekuatan politik partai orang miskin menjadi lebih kokoh.

Masalahnya, dunia politik ibarat gurun yang dihuni singa-singa ganas. Berbagai pihak yang merasa terancam akan keberadaan partai politik orang miskin akan berusaha sekuat mungkin untuk menjegel langkah orang-orang miskin bersama masyarakat menengah ke bawah untuk membangun sebuah saluran aspirasi politik yang lebih dari sekedar sebagai gerakan-gerakan demonstrasi di jalanan, namun juga sebuah partai politik yang dibangun untuk melakukan penetrasi ke dalam sistem yang bobrok untuk merubahnya. Demi mewujudkan kesejahteraan yang merata pada seluruh rakyat Indonesia.

PARTAI POLITIK ORANG MISKIN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Imam Mukti

0 komentar:

Post a Comment