Kesejahteraan Rakyat, Antara Cita dan Realitas

Saturday, November 5, 2011

Implementasi KTSP Terhadap Metode Pembelajaran IPS Terpadu


Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang bersumber dari kehidupan sosial masyarakat yang diseleksi dengan menggunakan konsep-konsep ilmu sosial yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Kehidupan sosial masyarakat senantiasa mengalami perubahan-perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut dapat dilihat baik dalam konteks keruangan (tempat tinggal) maupun konteks waktu. Berbagai perubahan yang teradi dalam kehidupan masyarakat harus dapat ditangkap oleh lembaga pendidikan yang kemudian menjadi sumber bahan materi pembelajaran. Sumber bahan pelajaran secara formal dapat dituangkan dalam bentuk kurikulum. Kurikulum IPS yang dikembangkan hendaknya memiliki landasan filosofis yang jelas. Landasan filosofis yang digunakan hendaknya melihat kondisi nyata yang terjadi masyarakat. Kondisi yang terjadi di masyarakat saat ini adalah masyarakat yang senantiasa mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh adanya interaksi sosial baik antar individu maupun kelompok. Dalam konteks lebih luas perubahan yang terjadi melahirkan globalisasi. Dalam globalisasi terjadi pola interaksi yang serba cepat melewati batas-batas keruangan dan waktu.
Hubungan antar individu dan kelompok dalam globalisasi ini melahirkan suatu pola hubungan yang kompetitif. Individu maupun kelompok dalam pola hubungan ini akan terjadi hubungan yang saling mempengaruhi. Sistem nilai yang dipegang oleh masing-masing individu maupun kelompok akan saling berpengaruh dalam pola hubungan tersebut. Hal ini harus dihindari dalam pola hubungan seperti ini adalah adanya pola hubungan yang bersifat eksploitatif dan hegemoni kelompok yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan.
Dalam mencermati perubahan-perubahan tersebut maka kurikulum IPS harus memiliki landasan filosofis humanistik. Dalam prinsip tersebut, IPS harus menjunjung tinggi sifat-sifat dasar kemanusiaan. Prinsip-prinsip dasar kemanusiaan tersebut meliputi keadilan, kesetaraan kearifan dan keragaman. Kurikulum IPS harus mampu membangaun jati diri bangsa yang berbasis pada kearifan lokal untuk menuju pada masa depan.
Globalisasi yang terjadi baik masa sekarang maupun di masa depan harus disikapi baik secara lokal maupun mondial. Masyarakat yang akan dibentuk dari pendidikan IPS ini adalah masyarakat yang mendunia yang tetap berpijak dan kearifan lokal. Dalam kearifan lokal tumbuh adanya kesadaran keruangan dan kesadaran waktu. Kesadaran ruang yang dimaksud adalah menyadari dimana ia tinggal, sedangkan kesadaran waktu yaitu memahami bahwa ia hidup dalam suatu masyarakat yang berubah. Jadi globalisasi tidak mencerabut akar-akar budaya sehingga berimplikasi pada tugas guru mengajar. Dalam hal ini bagaimana guru IPS di SMP mengajar terjadi keragaman.
Secara teoritis sebagaimana yang tercantum dalam permendiknas no. 22 bahwa standar isi merupakan cakupan lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dengan demikian sekolah atau satuan pendidikan diminta utuk menjabarkan materi sebagimana yang ada di dalam standar isi disesuaikan dengan kondisi sekolah. Pemahaman standari isi dilapangan terdapat dua bentuk pelaksanaan. Bentuk pertama yaitu standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih banyak dipahami sebagai materi yang harus diberikan di sekolah tanpa harus dikembangkan sekolah tanpa pengembangan lebih lanjut yang disesuaikan dengan kondisi sekolah. Sehingga KTSP yang dikembangkan sekolah belum menggambarkan KTSP yang memiliki ciri khas sekolah atau daerah tersebut, sebab buku-buku teks yang digunakan lebih banyak mamaparkan materi yang masih bersifat umum yang bisa berlaku pada semua sekolah atau daerah. 
Bentuk kedua, sekolah yang mencoba memahami standar isi sebagai kompetensi yang harus dikembangkan di sekolah. Materi yang ada di dalam dokumen KTSP hanyalah merupakan materi standar yang harus dikembangkan oleh guru atau satuan pendidikan . dalam pengembangannya ini melihat kekhasan dari satuan pendidikannya atau daerahnya. Model pengembangan seperti ini berarti sekolah telah mengembangkan KTSP sebagaimana yang dikehendaki.

Implementasi KTSP Terhadap Metode Pembelajaran IPS Terpadu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Realitas Sosial

0 komentar:

Post a Comment